Enjoy our free online courses, wherever you are and whenever you want. Access course content on mobile, tablet or desktop
Available courses
Pelatihan 5 Hari: Penanganan Barang Berbahaya Udara (IATA DGR - Lengkap)
Durasi: 5 Hari (8 jam/hari)
Target Peserta: Staf kargo, ground handling, maskapai, pengirim barang, regulator, petugas keamanan bandara, staf dokumentasi
Hari 1 — Pengantar, Regulasi, Klasifikasi dan Terminologi
Sesi 1: Pengantar Barang Berbahaya dan Regulasi (2 jam)
-
Pengenalan barang berbahaya dan risikonya
-
Peran dan tanggung jawab dalam rantai transportasi
-
Regulasi utama: ICAO TI, IATA DGR, dan harmonisasi internasional
-
Struktur dan pembagian buku DGR (overview section)
Sesi 2: Klasifikasi Barang Berbahaya (3 jam)
-
9 kelas barang berbahaya (peledak, gas, cairan mudah terbakar, dll)
-
Division dan subclass (untuk kelas tertentu)
-
Packing Group (PG) dan pengaruhnya terhadap pengemasan dan handling
-
Contoh barang berbahaya nyata sesuai kelas
Sesi 3: Terminologi & Definisi Penting (3 jam)
-
Definisi penting dalam DGR (Proper Shipping Name, UN Number, Limited Quantity, Excepted Quantity)
-
Perbedaan antara konsolidasi, packing, marking, labeling, dokumentasi
-
Peran Shipper, Operator, Ground Handling, Pilot in Command
Hari 2 — Pengemasan dan Persyaratan Kemasan (Packing)
Sesi 4: Prinsip Pengemasan dan Packing Instructions (4 jam)
-
Tujuan pengemasan (keamanan, mencegah tumpah/kebocoran)
-
Packing Instructions (PI) di DGR: penjelasan tiap PI dan cara memilih PI yang tepat
-
Jenis kemasan yang diperbolehkan (kardus, drum, kontainer, aerosol, dll)
-
Packing Group dan hubungan dengan ketahanan kemasan
Sesi 5: Pengujian Kemasan dan Sertifikasi (2 jam)
-
Standar pengujian kemasan (UN packaging test: drop test, pressure test, stacking test)
-
Label sertifikasi UN dan cara membacanya
-
Peran produsen kemasan dan shipper dalam memastikan kemasan sesuai
Sesi 6: Pengemasan Khusus dan Pengemasan Kombinasi (2 jam)
-
Kemasan khusus untuk bahan radioaktif, gas bertekanan, dan barang yang mudah bereaksi
-
Peraturan kemasan kombinasi dan bagaimana menyusun paket campuran
-
Contoh kasus packaging kompleks
Hari 3 — Marking, Labeling, dan Dokumentasi
Sesi 7: Marking dan Labeling (3 jam)
-
Perbedaan marking dan labeling
-
Label standar: hazard labels, handling labels, handling marks
-
Persyaratan penempatan label pada kemasan
-
Marking yang wajib (UN Number, Proper Shipping Name, Handling Instructions)
Sesi 8: Dokumentasi Barang Berbahaya (3 jam)
-
Shipper’s Declaration for Dangerous Goods: isi, cara pengisian, format
-
Air Waybill dan hubungan dengan deklarasi
-
Dokumen pendukung lain: Safety Data Sheet (SDS), izin khusus
-
Proses verifikasi dokumen sebelum acceptance
Sesi 9: Acceptance & Rejection Criteria (2 jam)
-
Pemeriksaan awal dokumen dan kemasan
-
Checklist acceptance
-
Penyebab umum penolakan pengiriman barang berbahaya
-
Penanganan barang berbahaya yang tidak memenuhi syarat
Hari 4 — Penanganan, Penyimpanan, dan Pengangkutan
Sesi 10: Prosedur Penanganan di Ground Handling (3 jam)
-
Cara memindahkan dan menyimpan barang berbahaya di gudang/kargo
-
Segregation rules: aturan pemisahan antar kelas barang
-
Load planning: penempatan barang berbahaya di pesawat
-
Peralatan dan perlengkapan safety yang digunakan
Sesi 11: Pengangkutan Barang Berbahaya di Pesawat Udara (3 jam)
-
Persyaratan penyimpanan dan keamanan di pesawat
-
Peran Pilot in Command dan komunikasi dengan kru
-
Handling live animals yang berbahaya (jika relevan)
-
Transport keamanan dan prosedur compliance
Sesi 12: Insiden dan Penanganan Keadaan Darurat (2 jam)
-
Tanggap darurat kebocoran atau tumpahan barang berbahaya
-
Langkah-langkah pertolongan pertama dan evakuasi
-
Pelaporan insiden: ke otoritas dan pihak terkait
-
Contoh insiden dan analisa penyebab
Hari 5 — Studi Kasus, Simulasi, Ujian dan Penutupan
Sesi 13: Studi Kasus dan Diskusi Kelompok (3 jam)
-
Analisa kasus nyata kecelakaan atau pelanggaran DGR
-
Diskusi solusi dan pencegahan
-
Penyusunan SOP internal berdasarkan kasus
Sesi 14: Simulasi Pengisian Dokumen dan Pemeriksaan Barang (2 jam)
-
Simulasi pengisian Shipper’s Declaration
-
Pemeriksaan fisik dan dokumen barang berbahaya
-
Simulasi handling dan load plan
Sesi 15: Ujian Tertulis dan Praktik (2 jam)
-
Tes pilihan ganda dan studi kasus
-
Penilaian praktik pengemasan, labeling, dan dokumen
Sesi 16: Evaluasi dan Penyerahan Sertifikat (1 jam)
-
Review hasil tes dan feedback
-
Penyerahan sertifikat pelatihan
-
Penutupan dan arahan tindak lanjut
1. Latar Belakang
Keamanan penerbangan merupakan aspek vital dalam industri transportasi udara yang bertujuan melindungi penumpang, awak pesawat, serta fasilitas penerbangan dari tindakan melawan hukum. Untuk itu, diperlukan personel yang memiliki pemahaman dan keterampilan dasar dalam menjaga keamanan di lingkungan bandar udara sesuai dengan ketentuan nasional dan internasional (ICAO Annex 17 dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara).
2. Tujuan Pelatihan
Pelatihan Basic Aviation Security bertujuan untuk:
-
Memberikan pemahaman dasar mengenai konsep dan prinsip keamanan penerbangan.
-
Membekali peserta dengan kemampuan mengenali potensi ancaman dan tindakan melawan hukum dalam penerbangan.
-
Melatih peserta dalam prosedur pemeriksaan keamanan (screening), pengawasan area terbatas, dan penanganan kejadian keamanan.
-
Menumbuhkan sikap profesional dan disiplin sesuai dengan standar keamanan penerbangan sipil.
3. Materi Pelatihan
Materi yang akan diberikan meliputi:
-
Pengantar Keamanan Penerbangan (Aviation Security Awareness)
-
Regulasi dan Standar Keamanan (ICAO Annex 17, Doc 8973, serta regulasi nasional)
-
Identifikasi Ancaman dan Risiko Keamanan
-
Prosedur Pemeriksaan Penumpang, Bagasi, dan Barang Kargo
-
Pengendalian Akses dan Pengawasan Area Terbatas
-
Penanganan Tindakan Melawan Hukum (Unlawful Interference)
-
Komunikasi dan Pelaporan Kejadian Keamanan
-
Etika dan Tanggung Jawab Petugas Keamanan Penerbangan
4. Metode Pelatihan
Pelatihan dilaksanakan dengan kombinasi metode:
-
Kelas teori: penyampaian materi dan diskusi interaktif.
-
Simulasi lapangan: praktik prosedur pemeriksaan dan pengendalian akses.
-
Evaluasi: ujian teori dan praktik untuk mengukur pemahaman peserta.
5. Peserta Pelatihan
Pelatihan ini ditujukan bagi:
-
Personel baru yang akan bertugas di bidang keamanan penerbangan.
-
Petugas bandara, operator penerbangan, atau pihak terkait lainnya yang membutuhkan sertifikasi dasar AVSEC.
6. Sertifikasi
Peserta yang lulus ujian akhir akan memperoleh Sertifikat Basic Aviation Security yang diakui oleh Direktorat Keamanan Penerbangan – Kementerian Perhubungan RI (atau lembaga berwenang sesuai penyelenggara).
7. Durasi Pelatihan
± 72 jam pelajaran (sekitar 9 hari kerja) sesuai dengan standar pelatihan dasar AVSEC.



